Ibu Dasiyem nama nya.Ia juga tidak terbiasa mengkonsumsi ramuan-ramuan obat tradisional maupun obat-obatan kimiawi.
Meski begitu ia tak pernah sakit lainya.“Paling-paling ya sakit pegal linu saja, karena kecapekan,” tambahnya.
Dia hanya melantunkan doa yang di wariskan oleh ibu alm ibu nya.
dia panjat kan setiap magrib menjelang.
Doa apakah yang dia baca setiap magrib itu?
sampai sekarang belum ada yang tau doa yang di rahasiakan nya, anak keturuannya memang pernah akan diberi doa yang biasa dilakoni Dasiyem. Namun mereka menolak, karena diyakini jika mantera itu diturunkan akan mempercepat Dasiyem meninggal.
ibu ini juga bisa menceritakan smua pengalaman nya pada masa belanda, agar dia tak dianggap bohong tentang akte kelahiran nya. Bersama anak nya yang telah dewasa di tengah hutan pada masa belanda itu.










